google-site-verification: google81f2ee356101f507.html Ngaji Gus Baha: MUSIK
Open top menu
Tampilkan postingan dengan label MUSIK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUSIK. Tampilkan semua postingan
Minggu, 24 Februari 2019
54 Tahun She Just Satisfies, Single Solo Jimmy Page

foto dari pipergatesdesign.blogspot.com

Hari ini, 26 Februari, adalah hari yang bersejarah dalam dunia musik rock; hari lahirnya sejumlah album dan single yang sudah begitu akrab di telinga kita. Dilansir dari on-this-day.com, sebut saja di antaranya: Hey Jude/The Beatles Again (1970), album The Beatles yang dirilis di AS; The Great Rock N’ Roll Swindle (1979), album kedua The Sex Pistols; Under Rug Swept (2002), album ketiga Alanis Morissete; dan yang terbaru ada Just Give Me a Reasonsingle dari Pink featuring Nate Ruess.
Sebenarnya ada satu lagi single bersejarah yang juga lahir pada 26 Februari 1965:  She Just Satisfies. Anda pernah dengar? Ya, She Just Satisfies adalah single solo perdana dari James Patrick Pages alias Jimmy Page; gitaris band rock legendaris asal Inggris Led Zeppelin. Karena kurang mendapat perhatian dari publik ketika diluncurkan, single yang dikemas dalam format piringan hitam atau vinyl mono 7” itu seperti hilang di telan bumi – meski sekarang menjadi buruan kolektor.
Bahkan, dalam buku Whole Lotta Led Zeppelin (Jon Bream, 2015), Jimmy Page juga terkesan ogah-ogahan ketika menjawab pertanyaan dari Creem Magazine ihwal She Just Satisfies. “Tidak ada yang bisa dikatakan tentang rekaman itu kecuali sangat menjengkelkan pada masa itu. Saya memainkan semua instrumen kecuali drum dan bernyanyi juga, yang cukup, uh … unik. She Just Satisfies, begitulah sebutannya. Itu lebih baik dilupakan,” kata Jimmy Page pada 1974.
Dikutip dari dangerousmind.netShe Just Satisfies diproduksi oleh Jimmy Page sendiri dan dirilis di bawah label Fontana Records, Inggris. Single tersebut berisi dua lagu, yaitu She Just Satisfies dan Keep Moving. Lagu pertama, ditulis Jimmy Page bersama Barry Mason; penulis lagu dari Lanchasire Inggris yang terkemuka pada tahun 60-an. Adapun Keep Moving ditulis Page bersama pacarnya dari Amerika, Jackie DeShannon; perempuan pertama yang menjadi penyanyi sekaligus penulis lagu di era rock ‘n’ roll. DeShannon turut membantu sebagai backing vocal di lagu pertama.
Meski kemunculan She Just Satisfies sama sekali tidak mengusik grafik tangga lagu pada masanya, Paul Sexton lewat artikelnya di udiscovermusic.com menyebut single itu sebagai "batu loncatan nyata dari keseharian Jimmy Page sebagai gitaris cabutan dan masa-masanya bersama The Yardbird yang mengawali terbentuknya Led Zeppelin".
Kini, She Just Satisfies sudah genap berumur 54 tahun. Kendati demikian, kedua lagunya masih sangat relevan untuk kuping zaman sekarang. Penasaran seperti apa lagu She Just Satisfies, anda bisa memutarnya secara gratis di youtube. Tapi jangan harap anda akan menemukan permainan lead guitar Jimmy Page yang begitu liar seperti dalam lagu-lagu Led Zeppelin. Dalam lagu berdurasi dua menit itu, Jimy Page justru mengandalkan harmonika sebagai melodi utamanya. 
Read more
Marshall From Detroit, Semobil Dengan Eminem Menyusuri Kota Asalnya

poster Marshall From Detroit dari reddit.com


Pernah membayangkan bagaimana rasanya semobil dengan artis idola anda, diantar berkeliling ke kota asalnya sambil mendengarkan dia menuturkan kisah masa lalunya? Bagi para penggemar Eminem, ayangan semacam itu bukan lagi mimpi di siang bolong. 

Setelah cuplikannya dirilis di youtube pada Januari lalu, film dokumenter Eminem yang berjudul Marshall From Detroit kini bisa ditonton gratis di Oculus Go, Oculus Rift, dan Samsung Gear VR. Film berformat 360 derajat yang diproduksi Felix & Paul Studios ini akan mengajak anda mengeksplor kota Detroit dari sudut pandang Eminem; membandingkan masa-masa sulit yang pernah dia alami dengan versi terkini kota itu. 

Meski hanya berdurasi 21 menit, film berteknologi virtual reality (VR) ini menyuguhkan pengalaman yang
jauh lebih intim dibandingkan film drama biografi Eminem, 8 Mile (2002). Dengan perangkat pendukung VR, dilansir dari vrscout.com, film besutan sutradara Caleb Slain ini mengajak anda turut dalam mobil yang membawa Marshall Mathers -nama asli Eminem- menyusuri jalanan Detroit, Michigan, AS, pada suatu malam di musim dingin. 

Di mobil itu anda bakal duduk berhadapan dengan Eminem yang sedang diwawancarai Sway Calloway. DJ radio sekaligus rapper teman lama Eminem itu duduk tepat di sebelah kiri anda. Caleb Slain mengatakan filmnya bertujuan memperluas keintiman yang ditawarkan teknologi VR - di luar perjalanan sekali seumur hidup dengan Marshall dan memperkenalkan versi Detroit yang lebih mistik. "Kami ingin mengambil 'kenyataan' dari VR dan mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih tidak nyata, tapi juga jujur," kata Caleb Slain kepada variety.com

Dalam buku Eminem Not a Mama's Boy (2002), Chuck Weiner menuturkan Marshall dibesarkan di lingkungan kumuh nan keras di Detroit oleh ibunya yang hanya mengandalkan tunjangan dari pemerintah. Tumbuh dengan berbagai kemalangan yang merundungnya, Marshall pun bermimpi untuk lekas meninggalkan Detroit. Namun, mimpi itu tak kunjung terwujud. Berkat pamannya, di kota berjuluk Motor City itulah Marshall mulai mengenal rap dan hip-hop; dan menjadikannya sebagai tempat pelarian.

Pertama kali menjadi rapper, seperti digambarkan dalam 8 Mile, Marshall mendapat perlawanan keras dari kalangan mayoritas kulit hitam. Tapi dia tetap gigih hingga berhasil merilis album perdananya, Infinite (1996). Untuk mengenang masa awal perjuangan itu, dalam Marshall From Detroit, rap Marshall diputar sekali saat kilas balik ke adegan rap battle-nya yang direkam pertama kali di Detroit pada 1996.

Saat mengarungi jalanan Detroit bersama Sway, Eminem mengungkap upayanya mengejar kualitas Marshall Mathers LP (MLPP); salah satu album yang sangat sukses di awal karirnya. Sebab, penggemarnya lebih menyukai "Marshall yang dulu" dan percaya pada kemarahan yang disalurkan ke dalam album-album lamanya seperti MLPP.  Meski berusaha
mengembalikan suara khas dan tingkat gairahnya pada era 90'an, Eminem mengakui kemarahan yang dia rasakan kini berbeda; bukan lagi sebagai anak yang tumbuh di lingkungan yang kurang ideal. 

Namun, Eminem mengklaim masih memiliki semangat yang sama untuk menyusun bar dan menulis lirik yang merangsang pemikiran menantang konvensi serta norma musik modern ke dalam komposisi yang emosional. Bagaimana pun, selama lebih dari 23 tahun terakhir, Eminem telah mengubah hip-hop dengan cara yang eksplosif. Meningkatnya kesuksesan Eminem telah memberikan Detroit suara dan reputasi yang berbeda. Dan, bagi Eminem, Detroit akan selalu menjadi rumahnya.

Selain menyimak wawancara yang mengupas sisi intim Eminem yang jarang diketahui publik, Marshall From Detroit juga membawa penontonnya mengunjungi berbagai sketsa kota Detroit; dari jalanan tertutup salju sampai berdiri di tengah aula gedung pertunjukan besar yang sudah terbengkalai; tempat di mana battle-rap Marshall yang bersejarah kemungkinan berlangsung pada 23 tahun lalu.

Read more

Recent